Ethereum Pesaing Bitcoin yang Siap Menjadi Mata Uang Virtual Terbesar

ethereum-to-usd

Dari tahun 2009 mata uang Bitcoin sudah dikenal serta sudah banyak menarik perhatian dan minat dari para pengguna online internet, salah satunya pengguna dari negara Indonesia. Sudah banyak pula yang berusaha menyaingi popularitas dari Bitcoin, namun belum ada satu pun yang mampu menyainginya.

pada tahun 2014, melalui seorang tokoh Vitalik Buterin, yang pada saat itu masih berumur 20 tahun, memiliki sebuah inisiatif sendiri dengan menciptakan platform Ethereum. Platform ini serupa dengan Bitcoin yang merupakan sebuah mata uang virtual yang diberi nama Ether. Vitalik sendiri dibantu oleh beberapa rekannya dan ia berhasil memperoleh dana sebesar US$18 juta (sekitar Rp 241 miliar) dan digunakan secara crowdfunding untuk pengembangan platform Ethereum.

Hingga saat ini, nilai dari Ethere di seluruh dunia sudah mencapai angka US$905 juta (sekitar Rp12 triliun). dan ini tentu sudah mengungguli dari jumlah mata uang virtual lainnya seperti misalnya Ripple (U$261 juta / sekitar Rp3,5 triliun) dan Litecoin (US$147 juta / sekitar Rp1,9 triliun). Ether sendiri masih kalah dengan Bitcoin yang memiliki nilai total yang sudah mencapai US$6,5 miliar (sekitar Rp87 triliun).

Mengandalkan fitur Smart Contract

Sebenarnya sistem yang digunakan sama antara Bitcoin dan Ethereum, yaitu sama sama menggunakan sistem Block chain dimana sistem ini mencatat data dan transaksi dilakukan oleh banyak server dan saling berhubungan satu dengan yang lain. Oleh karena itu apabila terjadi kerusakan pada salah satu server, data masih tetap bisa diakses karena dicover oleh server yang lainnya. Kemudian yang membedakan Ethereum dengan Bitcoin adalah pada penerapan smart contract, dimana si pengguna bisa melakukan pemrograman transaksi sebelum dilakukan. Seperti misalnya, anda bisa membuat sebuah program arisan dimana secara otomatis memindahkan Ether di setiap pesertanya ke akun pemenangnya di setiap bulannya.

Fitur smart contract ini tidak diakomodasikan pada sistem Bitcoin. Penerapan dari sistem smart contract ini dikumpulkan dalam sebuah situs Dapps. Di situs tersebut bisa dilihat bermacam proyek yang dibuat oleh pihak developer dengan platform Ethereum, seperti pembuatan sistem crowdfunding, sistem peminjaman uang, dan juga sistem perjudian.

Sejauh ini, platform Ethereum sudah memiliki dukungan server sebayak 6.400 yang saling terhubung. Tentu angka tersebut tidaklah berbeda jauh dengan Bitcoin yang memiliki jumlah server 7.400. Untuk itu apabila anda ingin memperoleh mata uang Ether, bisa langsung menukarkan mata uang dolar atau pound melalui jasa mata uang virtual seperti situs triv.co.id.

Dilirik oleh perusahaan besar

Proses perkembangan mata uang virtual Ethereum hingga saat ini, tentu masih dalam tahap awal. Hal tersebut sudah ditandai dengan adanya versi lengkap pertama yang baru diluncurkan pada akhir febuary 2016 yang lalu. Namun dengan adanya potensi yang dimiliki oleh Ethereum, sudah ada beberapa perusahaan besar yang sudah mencoba menggunakannya. Salah satunya adalah IBM. Pada tahun 2015 yang lalu, IBM yang bekerja sama dengan Samsung telah membuat sistem Internet of Things bernama ADEPT yang mana IBM telah menerapkan sistem Smart Contract yang dimiliki Ethereum.

Memang, sejauh ini Ethereum sendiri belum mendapati tantangan, baik itu tantangan dalam hal keamanan ataupun potensi kejahatan penipuan yang dilakukan oleh para penggunan Ethereum. Oleh karena itu, haruslah ada pembuktian bahwa Ethereum ini sangatlah banyak memiliki manfaat serta dan tetap aman untuk digunakan.

Dengan makin berkembangnya Ethereum yang semakin pesat, tentunya bukan sebuah hal yang mustahil apabila kemudian hari nanti bisa dikenal secara meluas seperti halnya Bitcoin. Namun untuk bisa mendapati prestasi tersebut, mereka haruslah terlebih dahulu membuktikan dengan membuat sebuah produk yang bisa membantu memecahkan masalah banyak orang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *