Bagaimana Mengontrol Dan Mengendalikan Emosi Kita

Apabila ada orang mengatakan bahwa dirinya yang tidak pernah emosi karena penyabar, pernyataan seperrti itu adalah bohong besar. Emosi tidak hanya diartikan sebagai rasa marah yang meledak-ledak saja. Berikut ini saya jelaskan jenis-jenis emosi berdasarkan kondisi dan situasi tertentu:

1.    Emosi yang disebabkan oleh kondisi disekitarnya, misalnya suhu yang dingin, panas, sejuk dan sebagainya. Seringkali orang yang berjalan di gurun pasir dengan suhu yang sangat panas membuat emosinya tidak bisa dikendalikan. Begitu pula dengan orang yang sedang naik kereta listrik dengan kondisi berdesakan karena penuh penumpang, emosinya akan mudah meledak-ledak ketika ada masalah yang sepele seperti halnya kakinya terinjak penumpang lain.

2.    Emosi yang disebabkan oleh kondisi fisiologi, misalnya sakit kepala, meriang, sakit gigi, sakit perut,dsb. Munculnya emosi ini dikarenakan faktor kesehatan. Orang yang sedang sakit perut terkadang tidak bisa menahan emosinya ketika harus mengantri di WC umum dan apabila ada yang menggunakan WC dalam waktu lama, emosinya akan meledak-ledak.

3.    Emosi yang disebabkan oleh kondisi psikologis, misalnya kecewa, benci, rindu, cinta, dsb. Emosi seperti ini akan timbul dikarenakan faktor hubungan dengan orang lain. Misalnya orang sedang putus cinta dengan pacarnya bila tidak bisa ikhlas maka biasanya akan timbul emosi yang berlebihan hingga depresi.

Emosi merupakan reaksi dari dalam pikiran dan hati manusia yang disebabkan oleh faktor tertentu. Semua orang pasti pernah dan bahkan sering mengalami emosi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Emosi seseorang tingkatannya berbeda-berbeda tergantung dari cara menyikapinya dan faktor permasalahannya. Bagi orang yang mudah pesimis, sering negatif thinking, cara berfikirnya tidak masuk akal atau tidak rasional maka orang seperti ini pasti sering mengalami emosi tingkat tinggi (berlebihan). Berdasarkan dari berbagai penelitian, usia manusia yang paling banyak dan sering mengalami emosi yang berlebihan adalah usia remaja. Pada usia remaja, seseorang akan mengalami masa puber dan juga sedang mencari jati diri sehingga membuatnya sering emosi dan bahkan tidak bisa dikendalikan.

Berikut ini karakteristik emosi pada usia remaja yang berlebihan hingga tidak bisa dikendalikan dan dikontrol :
1.    Emosi Marah
Pada masa puber atau seorang remaja sedang mencari jati diri, sering kali mengalami emosi marah padahal dikarenakan hal yang sepele. Contohnya adanya pandangan sinis dari temannya, kata-kata yang bersifat merendahkan, hinaan, dipermalukan dan faktor lain-lain yang sepele. Seringkali ditemui kasus perkelahian antara remaja hanya karena cekcok mulut.
2.    Emosi Takut
Seorang remaja selalu dituntut baik oleh orang tua, guru dan pacarnya untuk selalu bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dan juga harus bisa mandiri dalam menyelesaikan masalah pribadinya. Terkadang tuntutan seperti itu akan menjadi tekanan mental sehingga timbulah emosi takut yang berlebihan. Seringkali seorang mahasiswi mengalami depresi yang disebabkan emosi takut berlebihan karena tidak lulus kuliah tepat.
3.    Emosi Cinta
Bisa dikatakan usia remaja adalah usia indah-indahnya berpacaran, tapi justru sebaliknya bagi remaja yang tidak bisa mengendalikan emosi cintanya yang berlebihan. Mencintai orang yang disukai boleh-boleh saja tapi jangan berlebihan. Seorang remaja yang tidak bisa mengendalikan dan mengontrol emosi cintanya maka akan membuatnya bersikap yang tidak wajar, seperti halnya suka cemburu, selalu berfikir negatif terhadap pacarnya, over protektif, terlalu berkorban uang/tenaga/waktu hanya untuk pacarnya dan lain-lain. Sehingga apabila terjadi putus cinta, seorang remaja yang tidak bisa mengendalikan emosi cinta akan mengalami depresi yang sangat mendalam.

Nah apabila kali ini saya ingin memberikan saran kepada semua remaja yang tidak tahu Cara Mengontrol dan Mengendalikan Emosi disini. Caranya gampang, anda hanya berkunjung ke Klinik Hipnoterapi untuk diterapi dengan teknik hipnotis oleh seorang ahli hipnotis. Teknik hipnotis ini sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh Romy Rafael atau Uya Kuya yang mungkin sering anda tonton di televisi. Proses hipnoterapi yang saya maksud, anda dalam kondisi tersadar dan seorang ahli hipoterapi akan mengajak anda berbincang-bincang sambil memberikan sugesti atau saran yang tepat kepada anda untuk bisa mengendalikan dan mengontrol emosi yang berlebihan. Silahkan anda coba datangi klinik hipnoterapi yang terdekat dari tempat tinggal anda.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *